Tuesday, January 5, 2016
Zidane Tak Mau Dibanding-bandingkan dengan Guardiola
Segera setelah ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane langsung dibanding-bandingkan dengan Pep Guardiola. Zidane tegas menolak perbandingan tersebut.
Perbandingan Zidane dengan Guardiola tak terlepas dari fakta bahwa keduanya sama-sama melatih tim junior sebelum menukangi tim senior. Guardiola lebih dahulu melatih Barcelona B sebelum meraih sukses besar bersama tim senior Barca.
Sebagaimana Guardiola, Zidane juga lebih dahulu menangani Real Madrid Castilla, sampai kemudian ditunjuk untuk melatih tim senior Madrid menggantikan Rafael Benitez yang dipecat.
Syahdan, Zidane yang dinilai belum punya pengalaman cukup sebagai pelatih cenderung diragukan kemampuannya. Apalagi dengan tekanan besar yang selalu menyelimuti Madrid, terlepas dari kenyataan pria asal Prancis itu punya kedekatan tersendiri dengan klub. Zidane memang pernah lima tahun bermain untuk Los Blancos, semusim menjadi asisten pelatih tim senior, dan satu setangah tahun menukangi Castilla.
Perkara diragukan kemampuannya itu pula yang membuatnya mengalami situasi serupa dengan Guardiola saat pertama kali ditunjuk menangi Barca pada 2007 silam. Namun seperti diketahui, Guardiola mematahkan anggapan tersebut dengan memenangi 14 trofi hanya dalam rentang empat musim dan menjadi manajer tersukses Barca.
Maka Zidane pun diyakini bisa mengulang proses itu di Madrid.
"Anda tak bisa membuat perbandingan itu. Pep adalah Pep dan saya akan melakukan yang terbaik," kata Zidane dikutip soccerway.
"Guardiola adalah seorang pelatih fantastis dan yang dilakukannya itu impresif, tapi saya tak akan membandingkan diri saya dengannya. Saya tidak melakukan itu sebagai pemain dan tak akan melakukannya sebagai pelatih," tambahnya.
Zidane sendiri mengakui bahwa menangani Madrid tak akan mudah, sekalipun dia sudah tahu cukup banyak seluk beluk tim. Tapi secara keseluruhan pria 43 tahun itu merasa cukup siap memulai petualangannya bersama Los Merengues.
"Yang penting adalah saya akan mencoba untuk menambah kualitas di skuat. Saya akan mencoba yang terbaik agar kami bekerja keras," katanya.
"Saya punya firasat bagus, tapi seorang pelatih tidak pernah sepenuhnya siap terutama seseorang yang belum pernah berada di level ini sebelumnya. Tapi saya merasa cukup siap. Saya punya motivasi, harapan, dan itu semua akan membantu saya dan segalanya untuk berjalan baik," demikian dia.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment