Sunday, January 24, 2016

Tuchel Puas dengan Performa Dortmund, Puji Hummels


 Tuchel Puas dengan Performa Dortmund, Puji Hummels

Borussia Dortmund tampil meyakinkan saat menggebuk Borussia Moenchengladbach 3-1. Pelatih Dortmund Thomas Tuchel mengaku puas dengan performa timnya dan secara khusus memuji sang kapten, Mats Hummels.

Menyambangi Borussia-Park dinihari tadi, Die Borussen tercatat menciptakan 4 percobaan ke arah gawang dari total 12 percobaan, termasuk tembakan Ilkay Guendogan yang mengenai mistar. Sementara Gladbach hanya melahirkan 3 percobaan ke arah gawang dari total 10 percobaan.

Keunggulan Dortmund dibuka oleh gol Marco Reus di menit-menit akhir babak pertama. Henrikh Mkhitaryan menggandakan skor di awal babak kedua sebelum Gladbach memperkecil kedudukan lewat Raffael sebelum laga berjalan sejam.

Tim tamu mengunci pertandingan setelah Guendogan mencetak gol ketiga Dortmund di menit ke-75 untuk memastikan mereka membuka paruh kedua musim dengan kemenangan.

Hummels tampil gemilang selama 90 menit dengan banyak memenangi tekel-tekel untuk merebut bola. Statistik Whoscored, memberi bek tengah Dortmund itu nilai 8,5 yang paling tinggi setelah Mkhitaryan [9,6] dan Guendogan [9].

"Kami tahu kami butuh performa yang tangguh pada hari ini. Tadi adalah sebuah performa yang solid," kata Tuchel sebagaimana dikutip dari Bundesliga.com. "Gladbach adalah tim yang berani untuk membangun serangan, jadi kami perlu memastikan kami membatasi mereka."

"Mereka adalah lawan yang sulit, terutama di depan pendukungnya sendiri. Hummels? Dia memperlihatkan performa seorang kapten sejati pada hari ini -- saya tidak bisa mengharapkan yang lebih banyak lagi sebagai pelatih."

Wednesday, January 20, 2016

Madrid Kalahkan Barca dan MU di 'Liga Uang'


 Madrid Kalahkan Barca dan MU di Liga Uang

Barcelona boleh saja memenangi lima gelar juara di tahun 2015, tapi soal pemasukan klub mereka bukan yang terbaik. The Catalans kalah dari Real Madrid.

Demikian daftar yang dirilis perusahaan auditor, pajak dan konsultan keuangan Deloitte. Dalam daftar yang disebut dengan 'Deloitte Money League' tersebut, El Real berhasil mempertahankan posisi teratas yang mereka punya sebagai klub dengan jumlah pemasukan terbesar di dunia.

Madrid disebutkan mendapat pemasukan sebesar 439 juta poundsterling (lebih dari Rp 8,6 triliun) di sepanjang musim 2014/2015. Angka tersebut merupakan peningkatan dibanding musim sebelumnya dengan total pemasukan mencapai 418 juta poundsterling.

Los Merengues mengalahkan Barcelona yang ada di posisi dua dengan jumlah pemasukan sebesar 427 juta poundsterling (lebih dari Rp 8,3 triliun). Pendapatan The Catalans juga meningkat dibanding periode sebelumnya, yang sebesar 394 juta poundsterling.

Meski performanya tengah naik-turun, Manchester United masih berada di posisi atas daftar ini. Dengan pemasukan musim 2014/2015 sebesar 392,5 juta poundsterling (Rp 7,7 triliun), The Red Devils ada di posisi tiga. Mereka turun satu anak tangga dibanding musim sebelumnya.

Urutan empat ditempati Paris Saint Germain yang mengantungi pemasukan 365,8 juta poundsterling (Rp 7,1 triliun) di musim lalu. Di bawahnya ada Bayern Munich dengan 360,6 juta poundsterling (Rp 7,08 triliun).

Menggenapi posisi 10 besar dalam daftar ini adalah Manchester City, Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Juventus.

Dominasi klub Premier League tak cuma terjadi di posisi 10 besar. Dalam 30 posisi teratas daftar klub dengan pemasukan terbesar musim 2014/2015 itu 17 di antaranya adalah klub Inggris.

Jumlah pemasukan yang dijadikan acuan dalam penghitungan ini adalah uang yang didapat dari hari pertandingan, hak siar dan sumber-sumber komersial lainnya.

Dalam hal pemasukan dari hari pertandingan, Arsenal berada di posisi teratas dengan 100,4 juta poundsterling. Sementara Madrid ada di urutan kedua dengan 98,7 juta poundsterling.

Untuk hak siar, klub dengan pemasukan terbesar adalah Madrid (152 juta poundsterling), diikuti Barcelona (151,9 juta poundsterling) dan Juventus (151,4 juta poundsterling).

Sementara untuk pemasukan dari keras komersial, PSG ada di urutan teratas dengan 225,9 juta poundsterling. Bayern menguntit di posisi kedua (211,6 juta poundsterling) dan Manchester United 200,8 juta poundsterling.

Rakitic: Laga di San Mames Selalu Berat


 Rakitic: Laga di San Mames Selalu Berat

Barcelona cuma memetik kemenangan tipis saat berhadapan dengan Athletic Bilbao di laga leg I perempatfinal Copa del Rey. Penggawa Los Cules, Ivan Rakitic, bilang bahwa laga di San Mames selalu berat.

Gol dari Munir El Haddadi dan Neymar menjadi penentu kemenangan Barca saat berhadapan dengan Los Leones. Tim tuan rumah bisa mencetak gol balasan lewat Aritz Aduriz di menit-menit akhir pertandingan.

Opta mencatat bahwa gol Aduriz itu merupakan gol keenamnya ke gawang Barca saat dilatih oleh Luis Enrique. Jumlah itu menjadi yang paling banyak dibanding pemain lainnya.

Di laga itu, Barca tampil seperti biasa dengan keunggulan ball posssesion. Mereka menorehkan sebanyak 62 persen penguasaan bola.

Soal peluang, Bilbao malah mencatatkan lebih banyak. Mereka mampu membukukan 11 kali percobaan, empat kali tepat sasaran, dan cuma satu berbuah gol.

Sementara itu, Barca membukukan dua attempts on target lebih sedikit, empat tepat sasaran, dua berbuah gol. Dengan catatan statistik itu, wajar kalau Rakitic bilang kemenangan atas Bilbao didapat dengan tak mudah.

"Kami harus menikmati kemenangan ini, tapi juga mulai bersiap untuk laga berikutnya melawan Malaga," kata Rakitic di situs resmi Barca.

"Kami sangat layak memetik kemenangan ini, hasil dari kerja keras. Kami senang dengan cara bermain kami hari ini."

"Hasil akhirnya bisa lebih baik tanpa gol mereka, tapi saya pikir kami merupakan tim terbaik."

"Athletic selalu susah dikalahkan terutama saat di kandang mereka," imbuhnya.

Simeone Sebut Hasil Imbang Tanpa Gol Lebih Menguntungkan Celta


 Simeone Sebut Hasil Imbang Tanpa Gol Lebih Menguntungkan Celta

Atletico Madrid cuma seri 0-0 di leg pertama perempatfinal Copa del Rey di markas Celta Vigo. Hasil itu disebut Diego Simeone menguntungkan Celta di leg kedua.

Melawat ke Balaidos, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB, di laga leg pertama babak perempatfinal Copa del Rey, Atletico hanya mampu membawa pulang hasil imbang 0-0.

Dalam pertandingan tersebut, Atletico kalah dominan jika dibandingkan Celta. Penguasaan bola Antoine Griezmann dkk. hanya 44% berbanding 56% milik tuan rumah. Atletico juga tak efektif di depan gawang setelah hanya dua dari 10 tembakannya yang mengarah ke sasaran.

Dengan hasil tersebut, Atletico wajib menang di leg kedua yang akan digelar di Vicente Calderon pekan depan jika ingin melaju. Sementara bagi Celta, hasil imbang minimal 1-1 sudah akan meloloskan mereka ke semifinal. Simeone pun mengakui kalau hasil di leg pertama lebih menguntungkan untuk Celta.

"Itu tadi adalah pertandingan yang terbuka. Mereka punya persentase penguasaan bola yang lebih baik," ujar Simeone usai pertandingan seperti dikutip situs resmi klub.

"Hasil imbang apapun sekarang akan menguntungkan mereka dan itulah yang tampak untuk pertandingan berikutnya," imbuhnya.

Masih bersaing di Copa del Rey membuat jadwal pertandingan Atletico cukup padat di tengah persaingan ketat La Liga. Dalam sembilan hari ke depan, Atletico akan menjalani tiga laga yang tak bisa dibilang enteng. Atletico akan menghadapi Sevilla (La Liga), Celta (Copa del Rey), dan Barcelona (La Liga).

"Kami tahu itu. Sejak kami lolos, kami tahu bahwa akan ada lebih banyak usaha yang diperlukan sebagai tanggung jawab mengikuti kompetisi dan tuntutan pertandingan," lanjut Simeone.

"Sekarang kami harus beristirahat, makan dan mempersiapkan pertandingan dengan baik untuk mencapainya dengan cara terbaik," katanya.

'Biarkan Bocah-bocah Liverpool Berkembang Tanpa Tekanan Berlebih'


 Biarkan Bocah-bocah Liverpool Berkembang Tanpa Tekanan Berlebih

Para pemain muda Liverpool unjuk potensi ketika menaklukkan Exeter City 3-0 di laga replay babak ketiga Piala FA. Juergen Klopp meminta semua pihak tak buru-buru menyematkan harapan berlebih.

Liverpool menjalani laga ulangan melawan Exeter di Anfield, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB tadi, setelah hanya bermain imbang 2-2 di laga sebelumnya. Di partai ini, Klopp kembali menurunkan skuat yang mayoritas pemain muda.

Sebagai sterter, Liverpool memainkan Connor Randall, Tiago Ilori, Brad Smith, Cameron Brannagan, Kevin Stewart, Jordon Ibe, dan Joao Teixeira. Itu belum termasuk Sheyi Ojo dan Pedro Chirivella yang masuk sebagai pengganti.

Para pemain muda ini menjawab kepercayaan Klopp dengan relatif meyakinkan. Statistik menunjukkan mereka tampil dominan dengan penguasaan bola 61%, juga melepaskan lebih banyak percobaan. Ada 26 tembakan yang diarahkan dengan 11 tepat sasaran, sedang Exeter punya enam upaya di mana hanya satu yang on target.

Bahkan dua dari tiga gol Liverpool ditorehkan oleh wakil pemain muda. Ojo mencetak gol di menit ke-74 diikuti Teixeira di menit ke-82. Keduanya menyusul gol Joe Allen yang membuka skor saat laga berjalan 10 menit.

Klopp kini cuma berharap anak-anak muda ini tak dibebani harapan berlebihan dan diberikan keleluasaan untuk berkembang.

"Jalannya masih panjang untuk anak-anak muda ini, tapi mereka sudah menunjukkan apa yang mereka mampu lakukan dan mereka harus belajar," kata Klopp dikutip Sky Sports.

"Semua orang perlu tetap santai, bukannya melindungi mereka tapi sekadar memberikan anak-anak ini waktu untuk berkembang. Malam ini adalah momen yang bagus, ada sejumlah hal yang mengesankan tapi banyak hal lagi untuk dipelajari."

"Pada akhirnya targetnya adalah bermain untuk Liverpool FC di Premier League dan untuk ini Anda harus siap. Kami tidak bisa langsung memainkan mereka semua setiap pekannya di Premier League,"

"Beberapa bulan lalu ketika saya mengatakan kami perlu menjaga semua pemain terbaik kami di sini, Kent, Ojo, Stewart, dan Tiago masih dalam masa peminjaman," tandas manajer asal Jerman ini.

Ada Apa Denganmu, Benteke?


 Ada Apa Denganmu, Benteke?

Christian Benteke masih belum dapat memenuhi ekspektasi fans Liverpool sebagai andalan klub untuk medulang gol. Terakhir, penampilannya saat melawan Exeter City dikritik habis-habisan.

Dibeli dari Aston Villa dengan banderol 32,5 juta poundsterling, penampilan Benteke ketika musim memasuki paruh kedua tidaklah memuaskan. Benteke baru bikin tujuh gol dari 25 penampilan di seluruh kompetisi.

Tak cuma kurang produktif, Benteke dianggap juga tidak nge-blend dengan pola permainan Liverpool khususnya di era Juergen Klopp. Banyak yang menilai Benteke tidak cocok dengan gaya main Klopp dan lebih baik dicadangkan daripada merugikan tim.

Tekanan untuk Benteke bakal makin kencang menyusul performa buruknya saat Liverpool hadapi Exeter di laga replay babak ketiga Piala FA, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB.

Bermain selama 90 menit, Benteke jadi pemain dengan jumlah shots terbanyak yakni 8 attempts, sepertiga dari total attempts Liverpool yang mencapai 26 di laga itu. Tapi dari delapan itu, hanya tiga yang on target.

Selebihnya, Benteke lebih banyak buang-buang peluang termasuk di menit akhir pertandingan ketika dalam posisi satu lawan satu, tembakannya malah melenceng dari sasaran.

Bahkan kontribusi Benteke atas lahirnya dua gol Liverpool, yakni key passes pada gol Joe Allen dan assist untuk gol Joao Teixeira, sama sekali tidak dianggap.

Ini makin menenggelamkan pemain asal Belgia itu yang mulai dirasa lebih pantas ada di bangku cadangan dan memberi tempat untuk Roberto Firmino atau striker yang baru yang bakal dibeli Liverpool.

"Saya melihatnya usai pertandingan dan dia dalam kondisi yang bagus," ujar Klopp membela performa Benteke.

"Ini bukan laga yang menyenangkan untuk seorang striker, semua pemain bertahan bahkan sampai melompat di hadapannya," sambungnya seperti dikutip Soccerway.

"Wasit pun tidak membantu. Ada banyak situasi, khususnya di awal pertandingan, ketika dia dilanggar. Saya tidak bisa melihatnya - mungkin itu pelanggaran yang biasa-biasa saja."

"Dia (Benteke) bekerja keras selama 92 menit, dan itu sangat penting untuk saya."

"Itu tentu bagus untuk dia dan kami, jika dia bisa mencetak gol malam ini, tapi ternyata tidak. Tapi dia juga punya andil dalam terciptanya ruang di sekitar dan di dalam kotak penalti."

"Striker tidak akan puas jika tidak mencetak gol. Itu wajar, tapi dia baik-baik saja," tutupnya.

Tujuh Posisi Berbeda Sergi Roberto


 Tujuh Posisi Berbeda Sergi Roberto

Sergi Roberto kembali menunjukkan kemampuannya untuk bermain di beberapa posisi berbeda saat Barcelona mengalahkan Athletic Bilbao. Pelatih Barca, Luis Enrique, pun tak ragu untuk memberikan pujian.

Posisi natural Sergi Roberto adalah sebagai seorang gelandang tengah. Akan tetapi, pesepakbola berusia 23 tahun itu menunjukkan bahwa dirinya bisa dipasang di banyak posisi lain.

Situs resmi Barca mencatat Sergi Roberto sudah bermain di tujuh posisi berbeda dalam 26 pertandingan di semua kompetisi pada musim ini dan menjulukinya sebagai "Mr. Versatile". Pada awal musim dia dimainkan sebagai bek kanan untuk menggantikan Dani Alves yang sedang cedera.

Setelah Alves pulih, Sergi Roberto kembali ke posisinya di sisi kanan lini tengah dalam formasi 4-3-3. Namun, saat Barca menjamu BATE Borisov di Liga Champions, dia dipasang sebagai pemain sayap kiri.

Sergi Roberto juga tampil apik di laga El Clasico melawan Real Madrid. Dipasang sebagai pemain sayap kanan, dia menyumbangkan satu assist dan membantu Blaugrana menang telak 4-0.

Saat Barca bertemu Granada di La Liga, Sergi Roberto beroperasi sebagai gelandang bertahan, posisi yang biasa diisi oleh Sergio Busquets. Dia kemudian bergeser ke sisi kiri lini tengah pada laga tandang melawan Espanyol di Copa del Rey.

Posisi terbaru yang bisa diperankan oleh Sergi Roberto adalah bek kiri. Cederanya Jordi Alba dan Jeremy Mathieu membuat dia dipercaya untuk menempati posisi tersebut saat Barca menang 2-1 atas Athletic Bilbao di San Mames, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB. Dia tampil apik dan berperan besar dalam terciptanya gol kedua Barca yang dicetak Neymar.

redwinbet.com

"Dia adalah pemain yang siap bermain di banyak posisi. Hari ini kita melihatnya di posisi berbeda," puji Enrique.

"Itu sangat bagus karena tidak gampang bertahan melawan seorang pemain seperti (Inaki) Williams, yang sangat mengandalkan kekuatan fisik. Sergi punya fisik yang sangat bertenaga dan bisa menjadi seorang full-back yang hebat," kata Enrique.

Enrique Akui Athletic Bilbao Menyulitkan di Babak Kedua


 Enrique Akui Athletic Bilbao Menyulitkan di Babak Kedua

Barcelona mengalahkan Athletic Bilbao 2-1 di leg pertama perempatfinal Copa del Rey. Meski Barca menang, pelatih Luis Enrique mengakui bahwa perjuangan timnya tidaklah mudah.

Dijamu Athletic di San Mames, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB, Barca unggul 2-0 saat turun minum. Mereka memimpin berkat gol-gol Munir El Haddadi dan Neymar.

Akan tetapi, Athletic bermain lebih ngotot pada paruh kedua. Tim tuan rumah terus menggempur Barca. Perjuangan mereka cuma membuahkan satu gol Aritz Aduriz di menit-menit akhir. Barca pun tetap membawa pulang kemenangan, yang akan jadi modal bagus untuk menghadapi leg kedua pada pekan depan.

"Saya senang dengan hasil ini. Duel ini lebih terbuka dan Rabu pekan depan (leg kedua) akan sangat menarik," ujar Enrique di situs resmi Barca.

"Athletic pantas mendapatkan pujian. Babak kedua sulit buat kami dan kami harus bermain di wilayah kami sendiri," imbuhnya.

"Setelah jeda, mereka banyak menekan kami. Permainan kami kurang mengalir dan itu adalah salah satu alasan utamanya," kata Enrique.

Pentingnya Kedalaman Skuat bagi Juventus


 Pentingnya Kedalaman Skuat bagi Juventus

Juventus hingga sekarang masih terlibat dalam tiga kompetisi berbeda. Pelatih Bianconeri, Massimiliano Allegri, merasa beruntung karena punya skuat yang amat kompetitif.

Juve baru saja lolos ke semifinal Coppa Italia. Sang juara bertahan mengalahkan Lazio 1-0 pada pertandingan perempatfinal di Olimpico, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB. Gol Stephan Lichtsteiner di babak kedua menjadi penentu kemenangan mereka.

Pada laga melawan Lazio, Allegri membuat enam perubahan di starting XI Juve jika dibandingkan dengan laga melawan Udinese, Minggu (17/1) lalu. Neto, Martin Caceres, Stefano Sturaro, Simone Zaza, dan Alvaro Morata mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter. Paul Pogba yang diistirahatkan saat melawan Udinese kembali dipasang.

Allegri merasa puas karena pemain-pemain yang jarang dimainkan mampu memberi kontribusi maksimal ketika diberi kesempatan. Dia pun menekankan pentingnya punya kedalaman skuat.

"Saya tak suka memakai istilah 'rotasi skuat' karena saya memiliki tim yang sangat kompetitif dan selalu sulit untuk meninggalkan siapa pun dari line-up," ujar Allegri di Football Italia.

"Simone Zaza tampil bagus, Alvaro Morata meningkat di babak kedua, dan Martin Caceres bekerja sangat keras, yang mana penting karena kami membutuhkan dia. Untuk terus melaju di tiga kompetisi, kami membutuhkan seluruh pemain dalam kondisi fisik dan mental yang bagus," jelasnya.

"Kami harus tetap membumi dan menyadari bahwa kami belum meraih apa-apa," kata Allegri.

Di babak semifinal Coppa Italia, Juve akan berhadapan dengan Inter Milan. Babak semifinal memakai format kandang-tandang dan Juve akan jadi tuan rumah di leg pertama pada akhir bulan ini.

"Ini akan menjadi semifinal yang indah. Anda harus menghadapi klub-klub terbesar untuk mencapai babak akhir. Namun, sekarang kami akan fokus ke laga melawan Roma pada akhir pekan ini," kata Allegri.

Aduriz Redam Insiden dengan Neymar


 Aduriz Redam Insiden dengan Neymar

Aritz Aduriz terlibat dalam sebuah insiden dengan Neymar saat Barcelona mengalahkan Athletic Bilbao 2-1 di laga Copa del Rey. Aduriz tidak bermaksud menyakiti Neymar.

Peristiwa itu terjadi di awal babak kedua laga perempatfinal leg pertama yang digelar di San Mames dinihari tadi dalam kedudukan 2-0 untuk keunggulan Blaugrana. Setelah memperdaya pemain lawan, Neymar mengejar bola tapi Aduriz menyandung dirinya.

Neymar langsung tersungkur dan mengerang kesakitan saat badannya dilangkahi Aduriz. Tayangan ulang memperlihatkan bahwa kaki Aduriz memang menyentuh bagian punggung bintang sepakbola Brasil itu, tapi hanya sebatas kontak ringan.

"Pertandingannya sudah selesai, semuanya sudah selesai. Aku tidak mencoba menyakiti siapapun, semuanya yang terjadi tetap di lapangan," kata penyerang veteran Bilbao itu seusai pertandingan.

"Aku memang melangkahi Neymar tapi tidak berniat menyeretkan kakiku kepada dia. Itu cuma sebuah momen dalam pertandingan dan sesuatu yang biasa terjadi di atas lapangan."

"Dia [Neymar] memang seorang bintang kelas dunia, jadi kami harus menyelamati dia. Terkadang aku berharap tingkah laku dia akan sedikit berbeda, tapi dia tetaplah seorang pemain top," lanjut Aduriz di Football Espana.



Meski kalah Bilbao masih punya harapan untuk lolos ke semifinal. Syaratnya, Aduriz dkk. mesti bisa menang paling tidak dengan selisih dua gol di kandang Barca pada leg kedua pekan depan.

"Mereka adalah sebuah tim yang sangat tangguh, ini adalah sebuah tantangan bagus bisa bermain melawan Barca," kata Aduriz. "Leg kedua akan sulit tapi ini tantangan besar dan kami akan mencoba untuk lolos."

Juve Menang Setelah Manfaatkan Kesalahan Lazio


 Juve Menang Setelah Manfaatkan Kesalahan Lazio

Gol tunggal Stephan Lichtsteiner menjadi penentu kemenangan Juventus atas Lazio di perempatfinal Coppa Italia. Kubu Lazio menganggap Juve berhasil memanfaatkan kesalahan mereka.

Lazio harus mengakui keunggulan Juve dengan skor 0-1 pada laga di Olimpico, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB. Satu-satunya gol tim tamu dicetak Lichtsteiner pada menit ke-66. Lichtsteiner menyambar bola rebound setelah tembakan Simone Zaza mengenai tiang gawang.

Pada pertandingan ini, Lazio yang unggul penguasaan bola 55-45% tak bisa menciptakan banyak peluang. Dari tiga percobaan mencetak gol yang dibuat Biancocelesti, cuma satu yang tepat sasaran. Sementara itu, Juve membuat 15 usaha mencetak gol dan tujuh di antaranya mengarah ke gawang.

"Memang benar kami tak menciptakan banyak peluang. Jadi, ketika Anda mendapatkan peluang saat melawan Juventus, Anda harus memaksimalkannya. Tapi, malah Juventus yang memanfaatkan kesalahan kami," ujar pelatih Lazio, Stefano Pioli, kepada Rai Sport.

"Para pemain saya bekerja keras di sepanjang pertandingan dan sudah memberikan segalanya. Namun, dalam laga ketat seperti ini Anda butuh skill individu untuk memecahkan kebuntuan," tambah Pioli.

"Saya tak bisa banyak menyalahkan tim saya untuk malam ini. Kami tahu Anda tak boleh sekali pun kehilangan fokus saat melawan Juventus. Namun, kami memberi Zaza terlalu banyak ruang untuk menembak dan kemudian tidak menutup Lichtsteiner," katanya.

Neymar: Barca Belum Aman


 Neymar: Barca Belum Aman

Kemenangan 2-1 di markas Athletic Bilbao dalam laga perempatfinal leg pertama Copa del Rey tidak lantas membuat Barcelona merasa aman. Neymar meyakini Bilbao masih menyimpan ancaman besar.

Bertandang ke San Mames dinihari tadi, Barca langsung melesat setelah penyerang muda Munir El Haddadi membuka keunggulan di menit ke-18 sebelum digandakan Neymar enam menit kemudian. Semenit sebelum waktu normal berakhir, Aritz Aduriz mencetak gol balasan sekaligus menghidupkan peluang Bilbao.

Dengan hasil tersebut, El Barca hanya butuh minimal imbang di laga leg kedua yang digelar di Camp Nou pekan depan. Sedangkan Bilbao mesti menang setidaknya dengan skor 2-0 untuk lolos ke semifinal.

Secara teori, tampil di depan pendukung sendiri memberi keuntungan besar bagi pasukan Catalan. Statistik pun memihak Neymar cs yang belum pernah kalah sejak menyerah 0-1 di tangan Malaga dalam ajang La Liga pada Februari 2015 alias nyaris setahun lalu.

"Gol [balasan] itu mungkin akan merumitkan pertarungan ini, tapi kami menjalani pertandingan yang bagus dan sekarang kami harus memenangi leg kedua," cetus Neymar yang dikutip Soccer Way.

"Tapi gol ini berbahaya karena mereka adalah tim bagus dengan para pemain yang bisa menentukan. Kami harus waspada."

Leicester Tersingkir, Ranieri: Piala FA Bukan Prioritas Kami


 Leicester Tersingkir, Ranieri: Piala FA Bukan Prioritas Kami

Kiprah Leicester City di Piala FA cuma sampai babak ketiga setelah mereka disingkirkan Tottenham Hotspur. Meski timnya tersisih dari kompetisi, Claudio Ranieri tak terlalu kecewa.

Leicester harus mengakui keunggulan Spurs 0-2 pada laga ulangan babak ketiga di King Power Stadium, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB. Dua gol yang bersarang di gawang Kasper Schmeichel dicetak oleh Son Heung-min pada menit ke-40 dan Nacer Chadli pada menit ke-66.

Tersingkir dari Piala FA membuat Leicester bisa sepenuhnya fokus ke Premier League. The Foxes saat ini menempati posisi kedua di klasemen sementara dan cuma kalah selisih gol dari Arsenal.

"Premier League adalah prioritas kami, dan bukan Piala FA," ujar Ranieri kepada BBC.

Pada pertandingan melawan Spurs, Leicester menyimpan banyak pemain utamanya. Riyad Mahrez, Wes Morgan, dan N'Golo Kante sama sekali tak dimainkan, sedangkan Jamie Vardy, Shinji Okazaki, dan Marc Albrighton baru main di babak kedua.

"Saya ingin memanfaatkannya untuk melihat semua pemain saya dan saya senang karena mereka semua bermain semaksimal mungkin," kata Ranieri.

"Tentu saja kami frustrasi sejak laga pertama (di kandang Spurs) ketika kami kebobolan gol penyama di akhir pertandingan. Namun, malam ini Tottenham sangat bagus dan mereka adalah tim yang sangat tangguh," tutur manajer Leicester itu.

Striker Milan Kebanyakan, El Shaarawy Tak Boleh Kembali


 Striker Milan Kebanyakan, El Shaarawy Tak Boleh Kembali

Kegagalan transfer Luiz Adriano ke klub China membuat masa depan Stephan El Shaarawy terkatung-katung. Pasalnya, El Shaarawy ditolak kembali oleh Rossoneri yang kelebihan pemain depan.

Adriano tadinya hanya tinggal teken kontrak untuk menuntaskan kepindahannya ke Jiangsu Suning di mana pemain asal Brasil itu sudah terbang ke China. Namun, persoalan kontrak membuat kepindahan itu urung terjadi.

Alhasil, Adriano pun kembali ke Milan dan membuat sejumlah rencana transfer klub itu Januari ini berantakan. Awalnya uang penjualan Adriano akan digunakan untuk membeli pemain tengah baru.

Untuk pengganti Adriano, El Shaarawy ditarik kembali dari AS Monaco setelah klub Prancis itu memutuskan tidak melanjutkan masa peminjaman karena performa si pemain yang mengecewakan. El Shaarawy cuma bikin tiga gol selama enam bulan di klub tersebut.

Kini El Shaarawy yang ketiban sial karena masa depannya jadi terkatung-katung, setelah CEO Milan, Adriano Galliano, memastikan tidak ada tempat untuk pemain asal Mesir itu. Sebab Milan kini punya lima pemain depan yakni Carlos Bacca, Adriano, Jeremy Menez, M'Baye Niang, dan Mario Balotelli.

"El Shaarawy tidak bisa kembali ke Milan," ujar Galliani seperti dikutip Football Italia.

"Dia harus bertahan di Monaco atau mencari klub lain. Dengan adanya Luiz Adriano di sini, pemain kami terlalu banyak," sambungnya.

Beckenbauer Sebut Lewandowski Berpeluang Pindah ke Madrid


 Beckenbauer Sebut Lewandowski Berpeluang Pindah ke Madrid

Penyerang Bayern Munich Robert Lewandowski tidak jarang dihubung-hubungkan dengan Real Madrid. Transfer Lewandowski ke ibukota Spanyol mungkin saja terjadi di masa depan.

Presiden kehormatan Bayern Franz Beckenbauer lah mengindikasikan kemungkinan tersebut. Gosip Lewandowski-Madrid tertulis dalam kolomnya untuk kantor berita Jerman, DPA.

"Robert Lewandowski adalah kandidat yang mungkin akan bergabung Real Madrid," tulis dia, sebagaimana diwartakan AS.

"Sementara itu Thomas Mueller sudah menyatakan bahwa dia ingin tetap di Bayern, yang artinya fans akan mencintai dia lebih daripada sebelumnya."

Madrid memang sudah cukup lama dikabarkan berminat mendapatkan striker Polandia itu. Lewandowski membuat El Real takjub sekaligus tersingkir usai memborong gol untuk memenangkan Borussia Dortmund dengan skor telak 4-1 di semifinal Liga Champions 2012-13.

Dua musim berikutnya, Lewandowski justru bergabung Bayern setelah menolak memperpanjang kontraknya. Tapi kini masa depan striker berusia 27 tahun itu diragukan setelah Bayern mengungkapkan hasratnya mendatangkan bomber Napoli Gonzalo Higuain.

Liverpool Lolos Usai Taklukkan Exeter 3-0


 Liverpool Lolos Usai Taklukkan Exeter 3-0

Liverpool melangkah ke babak keempat Piala FA. Ini setelah The Reds menyingkirkan Exeter City dengan skor 3-0 pada laga replay babak ketiga.

Setelah bermain imbang 2-2 pada laga di kandang tim divisi keempat, Exeter, giliran Liverpool yang menjadi tuan rumah di Anfield, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB.

Liverpool memimpin 1-0 berkat gol Joe Allen di awal babak pertama. Di babak kedua, dua gol tambahan diciptakan Sheyi Ojo dan Joao Carlos Texeira.

Kemenangan ini meloloskan 'Si Merah' ke babak keempat dan akan ditantang West Ham United pada 30 Januari mendatang.

Tampil menyerang sejak menit awal, Liverpool mendapat gol pertamanya pada menit ke-10. Kerjasama Christian Benteke dan Brad Smith mampu memecah pertahan Exeter.

Smith, yang menerima umpan balik dari Benteke, langsung memberikan bola tarik ke depan gawang dan disambut sepakan Allen.

Liverpool kian bernafsu mencari gol tambahan namun beberapa peluang yang didapat oleh Benteke, Jordon Ibe, dan Texeira selalu dimentahkan oleh Robert Olenjik.

Benteke, yang bermain 90 menit, juga membuang peluang emas pada menit ke-19 ketika crossing Texeira ditanduknya. Tapi bola malah melayang di atas mistar.

Semenit kemudian giliran sepakan keras Ibe yang dihadang Olenjik dan gagal berbuah gol.

Skor 1-0 untuk keunggulan Liverpool bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua Liverpool makin bernafsu menambah gol namun para pemain di lini serang terlalu terburu-buru saat memegang bola di sepertiga daerah akhir.

Gol kedua yang ditunggu hadir pada menit ke-74 ketika serbuan dari sisi kiri yang dibangun Ibe mampu menembus pertahanan Exeter. Ibe melihat posisi Ojo yang berdiri bebas mengirim bola ke rekannya.

Sesaat menguasai si kulit bundar, Ojo kemudian membidik tiang jauh dan berhasil mengubah skor jadi 2-0.

Kemenangan Liverpool dimantapkan gol Teixeira pada menit 82. Benteke yang sedang menguasai bola dikawal oleh 3-4 pemain Exeter, dan lantas mengirimkan ke ruang kosong di kotak penalti lawan.

Di sana ada Texeira yang dengan mudah menuntaskan bola terobosan itu menjadi gol, lewat sepakan kaki kanannya. Skor 3-0 jadi penutup laga tersebut.

Susunan Pemain

Liverpool: Mignolet, Randall (Flanagan 51'), Ilori, Enrique, Smith, Brannagan, Allen (Ojo 65'), Stewart, Ibe (Chirivella 81'), Teixeira, Benteke

Exeter: Olejnik, Butterfield, Woodman, Ribeiro, Oakley (Wheeler 64') Holmes, Davies, Morrison (Hoskins 45'), Butterfield (Nicholls 45'), Moore-Taylor, Brown

Tanpa Messi dan Suarez, Barca Atasi Athletic Bilbao 2-1


 Tanpa Messi dan Suarez, Barca Atasi Athletic Bilbao 2-1

Barcelona meraih hasil positif di leg pertama perempatfinal Copa del Rey. Blaugrana mengalahkan tuan rumah Athletic Bilbao dengan skor 2-1.

Dijamu Athletic di San Mames, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB, Barca menurunkan tim intinya meski kehilangan beberapa pemain. Luis Suarez absen karena masih menjalani hukuman, sementara Jordi Alba mengalami cedera hamstring.

Sementara itu, Lionel Messi tak diturunkan karena pelatih Luis Enrique tak ingin mengambil risiko. Messi mengalami cedera ringan pada akhir pekan lalu meski sekarang kondisinya sudah baik-baik saja.

Barca membuka skor pada menit ke-18 melalui gol Munir El Haddadi. Diawali umpan silang Ivan Rakitic dari sisi kanan, Munir yang berlari ke kotak penalti berhasil menjangkau umpan Rakitic dan menjebol gawang Athletic.

Barca menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-25 lewat Neymar. Neymar berhasil menjangkau umpan Sergi Roberto dari sisi kiri. Kiper Iago Herrerin terlanjur keluar dari sarangnya untuk menghentikan Neymar, tapi gagal. Neymar yang tinggal berhadapan dengan gawang kosong pun dengan mudah menceploskan si kulit bundar.

Athletic baru bisa memperkecil ketertinggalannya saat waktu normal tersisa satu menit. Aritz Aduriz menjebol gawang Barca setelah menuntaskan umpan Mikel San Jose menjadi gol.

Kemenangan ini akan menjadi modal bagus bagi Barca untuk melangkah ke babak berikutnya. Pada pertemuan kedua dengan Athletic yang akan digelar pada pekan depan, mereka gantian menjadi tuan rumah.

Susunan Pemain
Athletic Bilbao: Herrerin; De Marcos, Etxeita, Laporte, Lekue; Benat (Mikel San Jose 68'), Iturraspe; Inaki Williams, Eraso (Sabin Merino 62'), Susaeta (Muniain 56'); Aduriz

Barcelona: Ter Stegen; Dani Alves, Pique, Mascherano, Sergi Roberto (Adriano 74'); Rakitic, Busquets, Iniesta; Turan (Vidal 66'), Neymar, Munir (Sandro Ramirez 80')

Kalahkan Lazio, Juve Jumpa Inter di Semifinal


 Kalahkan Lazio, Juve Jumpa Inter di Semifinal

Juara bertahan Coppa Italia, Juventus, akan berjumpa Inter Milan di babak semifinal musim ini. Bianconeri lolos dari hadangan Lazio di perempatfinal usai menang tipis 1-0.

Pada laga yang dihelat di Olimpico Stadium, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB, gol tunggal kemenangan Juve diciptakan Stephane Lichtsteiner di pertengahan babak kedua.

Dengan kemenangan ini, Juve akan jumpa Inter di babak semifinal. Leg pertama akan dihelat di Juventus Stadium pada 27 Januari, sementara leg kedua digelar di Giuseppe Meazza pada 2 atau 3 Maret.

Jalannya Pertandingan

Lazio tidak dapat memainkan sejumlah pemain intinya seperti Federico Marchetti, Ricardo Kishna, Santiago Gentiletti, Stefan de Vrij, Dusan Basta, dan Ravel Morrison.

Sementara itu, Juve menurunkan beberapa pemain pelapisnya seperti kiper Norberto Neto, Martin Caceres, Stefano Sturaro, dan Simone Zaza menemani Paul Pogba, Alvaro Morata, dan Claudio Marchisio.

Lazio membuka kesempatan pertamanya pada menit ke-13 ketika akselerasi Keita Balde Diao dari sisi kiri berhasil menembus pertahanan Juve. Keita lantas melepaskan sepakan kaki kanan dari sudut sempit, namun bola masih jauh dari sasaran.

Di menit ke-17 Pogba coba menjangkau crossing dari rekannya dengan kepalanya, namun bola masih terlalu tinggi.

Peluang emas pertama Juve di menit ke-30 hadir lewat Pogba meneruskan umpan Zaza. Tapi sepakannya dari dalam kotak penalti masih bisa ditepis oleh Etrit Berisha.

Juve sempat meminta penalti menyusul pelanggaran terhadap Alvaro Morata pada menit ke-33, namun wasit tidak memberikannya.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Masuk di babak kedua, Juve meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-52 Zaza membuang kesempatan emas ketika tembakannya meneruskan bola rebound Morata melenceng di sisi gawang.

Gol yang ditunggu Juve hadir pada menit ke-66 ketika Lichtsteiner menjebol jala mantan timnya. Berawal dari sepakan Zaza yang membentur tiang, bola muntah jatuh di kaki Lichtsteiner, yang dengan mudah menceploskan ke dalam gawang.

Juve coba mencari gol lagi, kali ini Zaza pada menit ke-77. Sayang, sepakannya dari jarak dekat masih melebar dari sasaran. Padahal Zaza dalam posisi bebas tanpa kawalan.

Hingga laga berakhir skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Juve.

Susunan Pemain

Lazio: Berisha; Konko (Felipe Anderson 73'), Biśevac, Mauricio (Hoedt 62'), Radu; Milinkovic-Savic, Biglia, Lulic; Candreva, Klose (Matri 82'), Keita

Juventus: Neto; Caceres, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner (Cuadrado 79'), Sturaro, Marchisio, Pogba, Alex Sandro; Zaza (Dybala 90'), Morata (Mandzukic 75')

De Gea Ingin Ada di Antara Van der Sar dan Schmeichel, Jadi Legenda MU


 De Gea Ingin Ada di Antara Van der Sar dan Schmeichel, Jadi Legenda MU

Dua kiper terbaik yang pernah dipunya Manchester United muncul dalam dua dekade terakhir. David de Gea berharap dirinya bisa menjadi yang ketiga.

Meski sempat kesulitan mencari kiper setelah Peter Schmeichel pergi, MU pada akhirnya mendapatkan Edwin van der Sar. Penjaga gawang asal Denmark dan Belanda itu dianggap sebagai yang terbaik yang pernah dipunya 'Setan Merah'.

Sejak lima tahun lalu muncul nama lain yang diyakini akan bisa mengimbangi level Schmeichel dan Van der Sar. Dia De Gea.

Dibeli dari Atletico Madrid pada 2011, De Gea kini sudah dianggap menjadi salah satu kiper terbaik Premier League dan bahkan di dunia. Hebatnya, kiper asal Spanyol berusia 25 tahun itu tetap tampil solid meski klubnya dalam periode naik-turun dalam tiga tahun terakhir.

De Gea yang sempat nyaris pergi ke Real Madrid di musim panas lalu kini menegaskan komitmenya untuk 'Setan Merah'. Dia mau bertahan lebih lama di Old Trafford, dan mengikuti jejak Schmeichel serta Van der Sar untuk jadi legenda di sana.

"Mereka adalah kiper terhebat di Premier League. Mereka legenda di klub ini. Seperti itulah yang saya inginkan," ucap De Gea.

"Saya tidak yakin siapa yang terbaik sekarang (antara Schmeichel dan Van der Sar). Tapi itulah yang saya inginkan. Saya juga ingin meraih lebih banyak trofi di MU," lanjutnya dikutip dari Telegraph.

Sejak kepindahan yang gagal di musim panas lalu, De Gea sebenarnya masih diincar Madrid. Namun manajemen dan suporter MU saat ini bisa menghapus kekhawatiran tersebut karena El Real sedang dalam periode larangan mendaftarkan pemain baru. Mereka disanksi FIFA atas transfer ilegal pemain belia.

Duel Juventus vs Roma Panaskan Giornata 21


 Duel Juventus vs Roma Panaskan Giornata 21

Serie A giornata 21 akhir pekan ini akan memanggungkan grande partita di kota Turin. Juventus yang sedang melaju kencang akan menjamu AS Roma, Minggu (24/1).

Juve sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah membukukan 10 kemenangan beruntun di Serie A. Rangkaian kemenangan tersebut membawa Juve menempel Napoli dengan 42 poin dari 20 laga, cuma terpaut dua angka dari pemuncak klasemen.

Rentetan kemenangan tersebut dengan cepat menghapus label krisis yang sempat disematkan ke Juve di awal musim. Dalam 10 pertandingan pertama di liga, Juve cuma menang tiga kali dan kalah empat kali serta tertahan di peringkat ke-12.

Penampilan oke Juve salah satunya dimotori oleh Paulo Dybala. Penyerang asal Argentina itu sampai saat ini sudah mencetak 11 gol dan tujuh assist untuk Bianconeri.

Jika moral Juve sedang amat tinggi, tidak demikian dengan Roma. Kepercayaan diri tim tamu sedang menurun menyusul serangkaian hasil negatif. Roma tengah tersendat setelah melaju dengan apik di awal musim. Dalam 10 pertandingan di Serie A, Roma cuma menang dua kali, imbang enam kali, dan kalah dua kali.

Merosotnya performa Roma kemudian berbuntut pada pemecatan Rudi Garcia. Posisi pelatih asal Prancis itu kini diisi oleh Luciano Spalletti. Namun start Spalletti bersama Roma akhir pekan kemarin tak sempurna setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan juru kunci klasemen, Hellas Verona.

Menjamu Roma, Juve juga mengusung misi pembalasan. Di pertemuan pertama di Stadion Olimpico lalu, Juve takluk 1-2 dari Giallorossi. Untuk mewujudkannya, Juve didukung rekor apik atas Roma di kandang sendiri. La Vecchia Signora selalu menang dalam empat pertemuan terakhir dengan Roma di Juventus Stadium.

Dari pertandingan lainnya, Napoli sang pemuncak klasemen akan menjalani laga di kandang Sampdoria. Selain demi mempertahankan posisi puncak klasemen, Napoli juga mencari kemenangan demi menebus kekalahan dari Inter Milan di babak perempatfinal Coppa Italia.

Bagi Inter, kemenangan atas Napoli di perempatfinal Coppa Italia menjadi reaksi positif setelah sebelumnya gagal menang di dua laga terakhir di Serie A. Kekalahan dari Sassuolo serta hasil imbang melawan Atalanta membuat Inter disalip Juve di klasemen setelah terpaku di peringkat ketiga dengan 40 poin.

Inter punya kans untuk mengambil alih kembali posisi kedua saat menjamu tim promosi, Carpi, di Giuseppe Meazza. Mengingat Juve akan menghadapi Roma, Inter selayaknya bisa memanfaatkan kesempatan untuk merebut kembali posisi kedua klasemen.

Sementara itu, upaya AC Milan untuk mengejar zona Eropa akan diuji oleh Empoli. Kendati dihadapkan pada laga tricky, Rossoneri boleh percaya diri berkat kemenangan atas Fiorentina di pekan lalu. Milan kini menempati posisi keenam klasemen dengan 32 poin, cuma terpaut tiga angka dari Roma yang ada di urutan kelima atau batas zona Eropa.

Messi Main atau Tidak, Enrique: Kita Lihat Saja Nanti


 Messi Main atau Tidak, Enrique: Kita Lihat Saja Nanti

Pelatih Barcelona, Luis Enrique, menyebut Lionel Messi baik-baik saja. Kondisinya cukup bugar. Namun, ia belum memberitahu apakah Messi bakal dimainkan atau tidak kala Barca menghadapi Athletic Bilbao di leg I perempatfinal Copa del Rey.

Messi tidak menyelesaikan pertandingan melawan Athletic di La Liga akhir pekan lalu. Bintang asal Argentina itu diganti di pergantian babak lantaran Enrique tak ingin mengambil risiko dengan cederanya.

Usai pertandingan tersebut, Enrique mengungkapkan bahwa cedera Messi tak parah. Kini, ia mengungkapkan bahwa Messi dalam kondisi bugar. Namun, ia belum memutuskan apakah Messi bakal dimainkan pada laga di San Mames, markas Bilbao, Kamis (21/1/2016) dini hari WIB, atau tidak.

"Dia baik-baik saja. Kita lihat saja nanti apakah dia bakal main atau tidak. Sebagai pelatih, saya tidak pernah mau mengambil risiko terhadap pemain," ujar Enrique kepada Marca.

"Anda tidak boleh mengambil risiko pada pemain profesional."

Barca menang 6-0 pada laga melawan Athletic akhir pekan lalu. Tanpa Messi, Barca masih bisa mengandalkan Neymar di lini depan. Sementara Luis Suarez tak bisa tampil akibat hukuman skorsing.

Andai Messi absen di laga kali ini pun, Enrique masih bisa menurunkan Arda Turan sebagai salah satu pemain di lini depan.

Misi Lazio Jaga Kans Raih Tiket ke Ajang Eropa


 Misi Lazio Jaga Kans Raih Tiket ke Ajang Eropa

Lazio mempunyai misi menjaga kans untuk meraih tiket ke kompetisi Eropa lewat ajang Coppa Italia. Biancoceleste akan menempuhnya dengan mengalahkan Juventus.

Saat melakoni pertandingan perempatfinal Coppa Italia melawan Juve, Lazio akan menjadi tuan rumah. Laga itu akan berlangsung, Kamis (21/1/2016) dinihari WIB.

Menatap pertandingan itu, Juve sedang dalam laju bagus di Liga Italia. Mereka selalu menang dalam 10 pertandingan di Serie A. Juve sudah tak pernah kalah di Liga Italia sejak bulan November.

Dari periode November hingga Januari, Juve setidaknya menelan sekali kekalahan dan sekali hasil imbang. Hasil imbang didapat saat berhadapan dengan Borussia Meoechengladbach, sementara kekalahan ditelan saat melawan Sevilla.

Kendati Juve tampak superior, Pioli menyebutkan bahwa tim besutan Massimiliano Allegri itu bakal tetap bisa ditaklukkan.

"Kami memang tim underdog tapi tidak ada tim yang tak bisa dikalahkan," kata Pioli di Gazzetta Dello Sport.

"Misi kami adalah untuk terus berada di kompetisi Eropa musim depan. Coppa Italia merupakan rute untuk mencapai itu, jadi kami ingin memetik kemenangan di laga besok," imbuhnya.

Pemenang ajang Coppa Italia memang akan mendapatkan satu tempat di ajang Eropa. Tepatnya di ajang Liga Europa.

Simeone: Tiap Laga seperti Laga Terakhir


 Simeone: Tiap Laga seperti Laga Terakhir

Ada satu kunci, menurut Diego Simeone, untuk bisa sukses di turnamen seperti Copa del Rey. Meski terdengar klise, Simeone menyebut bahwa memperlakukan laga layaknya laga terakhir adalah esensinya.

Atletico melaju ke babak perempatfinal Copa del Rey usai menyingkirkan Rayo Vallecano dengan agregat 4-1. Di babak delapan besar, Los Colchoneros akan menghadapi tim La Liga lainnya, Celta Vigo.

Performa Atletico belakangan sedang apik-apiknya. Dalam lima pertandingan terakhir di seluruh kompetisi, Atletico mengoleksi empat kemenangan dan mendapatkan satu hasil imbang. Laga melawan Celta di Balaidos, Kamis (21/1/2016) dini hari WIB, bakal jadi ujian konsistensi mereka.

"Kuncinya adalah tidak memikirkan hal lain di luar pertandingan," ujar Simeone kepada AS.

"Saya hanya fokus pada pertandingan saja, selayaknya itu pertandingan terakhir kami. Turnamen dengan sistem knockout selalu intens, apalagi menghadapi tim seperti Celta."

"Sejauh ini, kami tampil konsisten, dan itu tidak mudah. Semuanya kini bergantung pada laga melawan Celta. Konsistensi kami bakal diapresiasi jika kami tampil bagus melawan mereka," kata pelatih asal Argentina tersebut.

Atletico sudah pernah bertemu Celta satu kali musim ini. Pada pertandingan di Balaidos, 10 Januari lalu, Atletico menang 2-0 lewat gol-gol yang dicetak oleh Antoine Griezmann dan Yannick Ferreira-Carrasco.

Usain Bolt Olok-olok Van Gaal


 Usain Bolt Olok-olok Van Gaal

Sprinter Jamaika, Usain Boilt, mengolok-olok manajer Manchester United, Louis van Gaal. Dia menyebut tak akan bersedia dilatih Meneer Belanda itu meskipun dapat kesempatan bergabung dengan 'Setan Merah'.

Sebagai fans MU, Bolt keewa berat dengan laju yang ditunjukkan tim kesayangannya musim ini. The Red Devils menunjukkan laju yang naik turun di Premier League. Di pekan ke-22 ini mereka ada di peringkat kelima dengan nilai hanya 37, terpaut tujuh poin dari Arsenal yang mendiami puncak.

Apalagi Bolt sudah kadung menyimpan harapan tinggi kala Van Gaal didapuk menjadi manajer MU musim lalu. Dia berharap musim ini laju MU bisa lebih baik ketimbang tahun lalu.

Pemilik tujuh medali emas Olimpaide itupun mengejek Van Gaal. Dia menilai kemenangan MU atas Liverpool belum menjadi cukup bukti untuk sepenuhnya percaya kepada polesan Van Gaal.

"Saya rasa saya mempunyai kemampuan cukup bagus (menjadi pemain sepakbola). Saya bugar, mempunyai kecepatan, bisa mengontrol bola dan memahami aturan mainnya," kata Bolt seperti dikutip Daily Star.

"Well, melihat bagaimana Van Gaal bersama MU, saya rasa saya tak akan mau dilatih olehnya. Saya memilih untuk rehat sampai ada pelatih baru," ucap atlet terbaik Jamaika tersebut.

Motivasi Barca Musim Ini: Jadi Juara Liga Champions Lagi


 Motivasi Barca Musim Ini: Jadi Juara Liga Champions Lagi

Belum pernah ada tim yang mempertahankan gelar Liga Champions (dulu European Cup) sejak terakhir AC Milan melakukannya pada 1989 dan 1990. Bisakah Barcelona melakukannya musim ini?

Sejak berganti format menjadi Liga Champions pada 1992, belum pernah ada tim yang menjadi juara pada dua musim berurutan. Oleh karenanya, jika Barca kembali menjadi juara pada musim ini, mereka jadi kesebelasan pertama yang bisa melakukannya sejak berformat Liga Champions.

Pemain depan Barca, Arda Turan, mengungkapkan bahwa pembahasan soal mempertahankan gelar Liga Champions adalah sesuatu yang amat sering diperbincangkan di ruang ganti tim. Sedemikian termotivasinya Los Cules untuk menjadi juara turnamen tersebut musim ini.

"Kami semua berharap bisa menjadi juara Liga Champions untuk dua musim beruntun," ujar Turan kepada Marca.

"Pembahasan soal itu mendominasi pembicaraan di ruang ganti dan itulah yang paling membuat kami termotivasi. Kami ingin jadi tim pertama yang bisa mempertahankan gelar juara Liga Champions."

Barca meraih trofi juara Liga Champions pada 2015 usai mengalahkan Juventus 3-1. Raihan trofi itu pun menyempurnakan treble mereka.

Sudah lima trofi European Cup/Liga Champions dikumpulkan oleh El Barca. Sebelumnya, mereka sukses menjadi juara pada 1992, 2006, 2009, dan 2011.

Turan sendiri belum pernah merasakan bermain di final Liga Champions. Pada tahun 2014, ketika eks timnya, Atletico Madrid, tampil di final, ia tidak bisa bermain lantaran cedera.

"Saya menangis ketika kami kalah di final Liga Champions melawan Real Madrid. Saya tidak pernah menyaksikan ujung dari laga itu. Saya tak tahu, mungkin saja kami bisa menang jika saya ada di atas lapangan waktu itu."

"Saya selalu merasa bahwa saya adalah pemain penting buat tim, tapi sebuah tim tidak dibentuk dari satu pemain saja. Bisa jadi, hasilnya lebih buruk juga kalau saya main," kata Turan.

Tuchel: Dortmund Belum Sepenuhnya Bugar


 Tuchel: Dortmund Belum Sepenuhnya Bugar

Borussia Dortmund terus melakukan persiapan menjelang paruh kedua musim 2015/2016. Kendati selalu menang di laga ujicoba, Thomas Tuchel menilai besutannya belum bugar sepenuhnya.

Tiga laga ujicoba sudah dilakoni oleh Dortmund menjelang diputarnya kembali kompetisi sepakbola di Jerman. Di semua laga itu, Die Borussen berhasil memetik kemenangan.

Di laga ujicoba pertama, Dortmund berhasil mengalahkan sesama tim Bundesliga, Eintracht Frankfurt. Berturut-turut kemudian, mereka berhasil memetik hasil positif saat berhadapan dengan Jeonbuk Motors dan juga Sparta Praha.

Tak sekadar menang, Dortmund juga tampil produktif dengan mencetak sebanyak 11 gol dan cuma kebobolan dua gol.

"Kami sudah bagus dan tak bagus dalam periode baru-baru ini --itu mengenai bagaimana saat Anda bermain lagi di hari Selasa dan menatap menuju hari Sabtu," kata Tuchel di situs resmi Dortmund.

"Kami mendapatkan kemenangan lain, itu merupakan kemenangan ketiga kami. Tapi masih ada ruang untuk lebih baik lagi di semua area. Kami masih belum sepenuhnya bugar, kompetisi dan atmosfernya juga masih belum ada. Kami berada di poin itu, kami mencari kondisi yang terbaik saat di atas lapangan," imbuhnya.

Bundesliga akan mulai bergulir lagi mulai akhir pekan ini. Dortmund akan berhadapan dengan melawan Borussia Meoechengladbach di laga selepas jeda musim dingin.

Terkait Pemulihan Cedera, Goetze: 2 Pekan Lagi


 Terkait Pemulihan Cedera, Goetze: 2 Pekan Lagi

Pemain Bayern Munich Mario Goetze belum pulih sepenuhnya dari cedera. Tapi ia tetap sarat optimisme dan sudah punya estimasi kapan bisa kembali berlatih seperti biasa.

Pemain internasional Jerman berusia 23 tahun itu mengalami masalah otot tendon di bagian kunci paha sejak Oktober lalu dan belum bisa bermain lagi.

"Dua pekan lagi" ucap Goetze menyebut ancar-ancar rentang waktu untuk bisa kembali bergabung dengan rekan-rekan setimnya, seperti dikutip laman web situs resmi Bayern.

"Saya menatap ke depan. Yang sudah terjadi ada di masa lalu. Saya melihat apa yang terbentang di depan!" tegasnya optimistis.

Bersama Goetze, juga ada Franck Ribery yang mulai berlatih ringan dalam usaha pulih dari cedera. Bayern sendiri akan mulai beraksi lagi di Bundesliga pada akhir pekan usai jeda musim dingin. Bayern, yang memuncaki klasemen sementara dengan keunggulan delapan poin atas Borussia Dortmund di peringkat dua, akan melawat ke markas Hamburg, Sabtu (23/1/2016) dinihari WIB.

Kritik untuk James Rodriguez yang Suka Pesta dan Overweight


 Kritik untuk James Rodriguez yang Suka Pesta dan Overweight

Minimnya menit bermain James Rodriguez musim ini bukan sekadar dia kena rotasi. Penampilannya dinilai menurun karena suka pesta dan bobotnya bertambah.

James Rodriguez baru bermain 11 kali di La Liga Primera musim ini. Dari jumlah itu dia cuma tujuh kali jadi starter, dan hanya tiga di antaranya dapat kesempatan bermain penuh selama 90 menit.

Gelandang serang asal Kolombia itu tidak dapat tempat di starting XI Madrid saat Rafael Benitez masih jadi pelatih dan harus menerima nasib dirotasi. Kondisinya tidak berubah kini setelah Zinedine Zidane datang.

Alhasil kontribusi mantan pemain AS Monaco itu masih minim. Selain tiga gol, James tercatat baru melepaskan empat assist.

Penurunan kontribusi di Madrid membuat James jadi sorotan di kampung halamannya, Kolombia. Media lokal menyebut kalau gaya hidup James yang sering berpesta memengaruhi performanya. Relasi James dengan rekan di tim nasional juga disebut tak seharmonis sebelumnya.

"Madrid khawatir dengan kehidupannya di luar sepakbola - dia pergi ke banyak pesta. Dia dikenal akrab dengan kehidupan malam di Madrid, sebagaimana Cristiano (Ronaldo) dan Sergio (Ramos), bersama Pilar Rubio. Mereka semua (pemain Madrid) pergi ke pesta. Tapi saat Anda tidak tampil bagus....," ucap Ivan Mejia, seorang wartawan sebuah media terbitan Kolombia, Pulso de futbol.

"Dia sudah kehilangan kerendahan hatinya, jika dia tidak kembali menginjak bumi, dia akan cepat hilang," lanjut Mejia seperti dikutip dari Sport.

Selain gaya hidup, James juga dikritik karena tidak mampu menjaga kondisi tubuhnya. Masih dikutip dari AS, index lemak ditubuh James naik dari 6% menjadi 13%.

Barcelona Waspadai Ancaman Aritz Aduriz


 Barcelona Waspadai Ancaman Aritz Aduriz

Aritz Aduriz pernah menghadirkan mimpi buruk untuk Barcelona. Ancaman dari striker Athletic Bilbao itu menjadi perhatian Barca di perempatfinal Copa del Rey.

Bulan Agustus lalu, Barca berada di awang-awang setelah memenangi trofi keempat mereka di tahun 2015 dengan menjuarai Piala Super Eropa. Barca mengalahkan juara Liga Europa, Sevilla, untuk tampil sebagai juara.

Hasil tersebut membuat Barca berada dalam kepercayaan diri tinggi saat harus menghadapi Bilbao di Piala Super Spanyol. Pertandingan leg pertama digelar di kandang Bilbao di San Mames.

Tapi Barca secara mengejutkan justru takluk dari Bilbao dengan skor telak 0-4. Aduriz menjadi bintang tuan rumah dengan mencetak hat-trick. Satu gol lagi dilesakkan oleh Mikel San Jose. Aduriz pun menjadi pemain pertama dalam 10 tahun terakhir yang mengukir trigol ke gawang Blaugana.

Tak cukup tiga gol, Aduriz kembali menjebol gawang Barca di laga leg kedua. Golnya tersebut memaksa laga berakhir imbang 1-1 dan memastikan trofi Piala Super Spanyol untuk Bilbao.

Aduriz absen karena akumulasi kartu saat Bilbao takluk 0-6 dari Barca di Camp Nou akhir pekan kemarin. Tapi striker berusia 34 tahun itu akan kembali memperkuat Bilbao kala Barca berkunjung ke San Mames di leg pertama perempatfinal Copa del Rey, Kamis (21/1) dinihari WIB.

Entrnador Barca, Luis Enrique, mengakui potensi ancaman dari Aduriz. Enrique secara khusus menyoroti keuletan serta kekuatan Aduriz dalam duel udara.

"Dia krusial untuk Bilbao, untuk apa yang dia bawa ke permainan Bilbao. Terutama untuk gol-golnya," ujar Enrique seperti dikutip AS.

"Dia makin berkembang seiring dengan usianya. Dia tidak muda lagi, tapi dia bermain di level yang sangat tinggi dan dia adalah acuan untuk timnya dan bagi kami dan lawan-lawan lainnya," katanya.

Aduriz memang sedang tampil oke di musim ini. Meski sudah tidak muda lagi, Aduriz masih produktif dan sudah mengemas 11 gol dari 19 kali penampilan di La Liga.

Penyerang Sayap Baru, Solusi untuk Juergen Klopp


 Penyerang Sayap Baru, Solusi untuk Juergen Klopp

Hingga pekan ke-22 Liverpool masih berada di peringkat kesembilan klasemen sementara Liga Inggris. Sekilas, pergantian manajer dari Brendan Rodgers ke Juergen Klopp belum terlalu berdampak signifikan.

Dari hasil mungkin memang begitu adanya, tapi jika menilik bagaimana Liverpool bermain, Klopp sebenarnya telah membawa tim ini ke level yang lebih tinggi. Permainan Liverpool kini setidaknya lebih enak ditonton.

Memang, awal tahun 2016 tak terlalu menyenangkan bagi Liverpool. Menjalani lima pertandingan pada periode 2 Januari hingga 17 Januari, The Reds hanya meraih satu kemenangan. Melawan West Ham United, Arsenal dan Manchester United di Liga Primer, hanya satu poin yang berhasil diraih. Kemenangan baru didapat di Piala Liga melawan Stoke City.

Tapi Liverpool memerlukan perubahan dalam waktu dekat untuk tetap menjaga asa merangsek ke papan atas, atau setidaknya zona Liga Eropa. Untuk melahirkan perubahan yang lebih baik, terdapat dua pilihan bagi Klopp: mengubah skema bermainnya saat ini atau membeli pemain baru untuk mengakomodasi kualitas Robertio Firmino sebagai false 9.

Firmino Sebagai False Nine untuk Memecahkan Masalah di Lini Depan

Liverpool dalam beberapa tahun terakhir selalu memiliki stok lini depan yang menumpuk. Di musim ini mereka mengandalkan Benteke, Danny Ings, Daniel Sturridge, dan Divock Origi. Sementara para pemain depan yang dilepas pada awal musim adalah Mario Balotelli, Rickie Lambert dan Fabio Borini.

Sialnya, badai cedera datang. Satu per satu pemain depan Liverpool harus diparkir karena tak bugar. Dimulai Sturridge yang memang mulai rentan mengalami cedera sejak dua musim lalu, disusul Ings yang harus menepi mungkin hingga akhir musim, hingga cedera Origi yang membuat Klopp hanya memiliki Benteke sebagai pemain yang berposisi asli sebagai penyerang.

Akhir Desember lalu Klopp mungkin sempat mengira bahwa Benteke masih bisa diandalkan. Penyerang asal Belgia ini berhasil mencetak dua gol dalam dua pertandingan berbeda untuk memberikan kemenangan tipis 1-0 Liverpool atas Leicester City dan Sunderland. Perlu dicatat, Liverpool menjadi kesebelasan kedua yang mengalahkan Leicester musim ini.


redwinbet.com

Namun memasuki Januari, Benteke kembali melempem. Ketika Liverpool takluk dari West Ham, eks penyerang Aston Villa ini bermain penuh 90 menit tapi minim kontribusi. Performa buruk Benteke berlanjut di Piala FA ketika masih tetap tak mencetak gol meski lawan yang dihadapi hanya Exeter City, kesebelasan divisi empat.

Klopp sadar bahwa ia tak bisa hanya mengandalkan Benteke di lini depan. Maka kemudian, ia mulai memasang Firmino yang biasanya ditempatkan sebagai gelandang serang sebagai penyerang tunggal pada formasi dasar.

Pada awal 2016, Firmino pertama kali dipasang sebagai penyerang pada laga melawan Stoke. Ini bukan kali pertama ia menempati posisi ini. Menjelang akhir tahun 2015, ia pun sempat menempati posisi yang sama, sebelum Origi mengalami cedera tepatnya.

Ternyata dengan penempatan Firmino sebagai penyerang Liverpool tampil lebih baik. Setelah menang melawan Stoke, giliran Arsenal yang nyaris ditaklukkan di mana pemuda asal Brasil ini mencetak dua gol. Hanya saja skor berakhir imbang 3-3.

Keberhasilan Firmino memainkan peran false 9 kembali terlihat saat Liverpool menghadapi Manchester United. Tercatat Liverpool menciptakan 19 peluang tembakan, dan sejumlah peluang emas tercipta berkat keterlibatan Firmino dalam membangun serangan. Firmino mencatat lima umpan kunci, merupakan yang terbanyak pada laga ini.

Firmino memang berhasil dengan baik memerankan false 9 dalam skema Klopp. Ia kerap turun hingga ke tengah dan menciptakan ruang-ruang yang bisa dimanfaatkan para pemain Liverpool lainnya. Ia juga dengan baik membangun serangan sehingga alur serangan Liverpool lebih cair. Hanya saja rekan-rekan setimnya gagal menuntaskan skema serangan dengan tendangan yang sering melenceng.

Mengubah Skema atau Membeli Penyerang Sayap

Jika berbicara memperbaiki penyelesaian akhir, sosok penyerang baru menjadi hal yang akan dipertimbangkan untuk didatangkan. Namun melihat skema Liverpool yang sekarang ini, dengan Firmino sebagai false 9, rasanya Liverpool lebih membutuhkan penyerang sayap baru.

redwinbet.com

Dalam penerapan false 9, memiliki pemain sayap yang mumpuni dalam penyelesaian akhir adalah kewajiban. Sebut saja Carlos Tevez ketika masih membela Manchester United dan memainkan peran false 9, di winger MU terdapat Cristiano Ronaldo, atau di Barcelona, Lionel Messi ketika pertama kali dimainkan sebagai false 9 oleh Pep Guardiola, ditemani Samuel Eto'o dan Thierry Henry di lini depan.

Tapi Liverpool tidak demikian. Ketika Klopp memasang Firmino sebagai false 9, tandemnya adalah Adam Lallana yang merupakan gelandang serang, atau James Milner pada pertandingan melawan MU. Klopp seolah hendak meniru Luciano Spaletti yang memasang Francesco Totti sebagai false 9 dan ditemani Simone Perotta sebagai trequartista. Hanya saja Lallana tampak masih belum memahami peran apa yang harus dimainkan karena ia merupakan seorang gelandang serang murni.

Pada laga melawan Arsenal, Klopp memasang formasi dasar 4-3-3 dengan Firmino, Lallana, dan Jordon Ibe sebagai tiga pemain terdepan. Namun pada prakteknya, formasi berubah menjadi 4-4-1-1 ketika menyerang di mana Lallana bermain di tengah sementara Ibe tetap di kanan dan area kiri diisi oleh Milner.

Jika melihat setiap posisi default para pemain yang ada dalam skuat Liverpool saat ini memang hanya Ibe yang berposisi sebagai winger. Pada bursa transfer musim panas lalu, Liverpool sendiri melepas dua pemain sayapnya yaitu Raheem Sterling ke Manchester City dan Lazar Markovic ke Fenerbahce.

Kebutuhan pemain sayap dalam skema Liverpool saat ini terlihat dari jumlah peluang yang disia-siakan para pemain Liverpool. Milner misalnya, ketika melawan MU, mendapatkan peluang di sisi kanan namun tendangannya malah melenceng jauh. Sementara Lallana sempat mendapatkan situasi satu lawan satu hasil umpan Lucas Leiva namun keputusannya untuk menyundul bola membuat attempt tersebut lemah dan bisa diantisipasi kiper MU, David De Gea.

Sementara itu, pemain sayap yang tampaknya tersedia pada bursa transfer Januari ini adalah Ezequiel Lavezzi (Paris Saint-Germain) dan Sofiane Feghouli (Valencia). Keduanya akan berstatus free transfer pada akhir musim ini, di mana bisa memaksa kesebelasan pemilik mereka berdua menjualnya dengan harga yang relatif murah.

Akan tetapi jika Klopp enggan menambah pemain baru khususnya untuk pemain sayap, skema false 9 ini tampaknya harus segera ditinggalkan dan mencari skema baru. Atau setidaknya, manajer asal Jerman tersebut harus mencari cara untuk bisa membuat Benteke, penyerang yang telah mengoleksi 42 gol dari 89 kali penampilan di Liga Primer bersama Aston Villa, bisa kembali menjadi penyerang tajam dengan gelontoran golnya.

Selama ini, strategi alternatif Klopp saat penempatan Firmino sebagai false 9 tak berhasil, ia kemudian memasukkan Benteke pada babak kedua dan mulai melancarkan serangan lewat umpan-umpan panjang atau umpan-umpan silang melalui udara. Jika kurang ampuh, ia kemudian memasukkan Steven Caulker yang baru bergabung dari Queen Park Rangers, sebagai penyerang tambahan karena memiliki tinggi 191cm (sama dengan Benteke) meski ia berposisi asli sebagai bek.

redwinbet.com
Kesimpulan

Klopp harus segera menemukan solusi di lini depan Liverpool secepatnya. Saat ini, mereka terpaut 13 poin dengan pemuncak klasemen sementara Liga Primer, Arsenal, dan berjarak enam poin dengan Manchester United yang berada di peringkat lima atau posisi terakhir zona Eropa.

Klopp harus menentukan apakah ia akan tetap memainkan Firmino sebagai false 9 atau mempertajam kembali Benteke. Namun dengan melihat permainan Liverpool belakangan, mendatangkan winger baru seperti Lavezzi tampaknya bisa membuat serangan Liverpool lebih efektif ketimbang hanya mengandalkan Ibe, Lallana, atau pun Milner.

Liverpool sulit jika ingin menang hanya dengan skor-skor tipis seperti pada akhir Desember. Kelemahan Liverpool saat ini merupakan kelemahan antisipasi bola mati, seperti ketika menghadapi Arsenal dan Manchester United. Sementara hal tersebut merupakan kelemahan laten Liverpool dari tahun ke tahun, memperbaiki lini serang harusnya menjadi cara yang lebih mudah untuk bisa tampil lebih baik di sisa musim ini.

Inter Bangkit dengan Cara yang Brilian


 Inter Bangkit dengan Cara yang Brilian

Inter Milan menyudahi catatan buruk dalam dua pertandingan dengan memetik kemenangan atas Napoli. Nerazzurri dinilai sudah bangkit dengan cara brilian.

Dalam dua laga terakhir di Liga Italia, Inter cuma memetik satu poin. Usai kalah dari Sassuolo, mereka menuai hasil imbang saat berduel melawan Atalanta.

Dengan hasil-hasil kurang optimal itu, Inter saat ini menghuni posisi tiga klasemen sementara Liga Italia. Mereka mengumpulkan sebanyak 40 poin, berjarak empat angka dari Partonopei di posisi pertama, dan dua angka dari Juventus di posisi kedua.

Inter kembali ke jalur kemenangan setelah mampu mengalahkan Napoli di babak perempatfinal Coppa Italia. Pada pertandingan yang berlangsung di San Paolo, Rabu (20/1/2016) dinihari WIB, Inter menang 2-0 berkat gol dari Stevan Jovetic dan Adem Ljajic.

Bek Inter, Juan Jesus, menyebutkan pentingnya kemenangan ini untuk tim Biru-Hitam. Dia juga menyebutkan bahwa Inter tampil luar biasa saat menaklukkan tim pemuncak klasemen.

"Kami bermain hebat dan kami mampu memperagakan semua yang dipelajari saat latihan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kemenangan ini," kata Juan Jesus di situs resmi Inter.

"Ini merupakan pertandingan hebat, kami bangkit dengan brilian. Napoli merupakan tim terbaik, tapi kami juga bagus. Gonzalo Higuain merupakan pemain berkelas dunia, tapi ketika dia masuk ke lapangan, kami sudah menyesuaikan diri dan itu berjalan baik sampai akhir laga," imbuhnya.

Mumpung Ada Kesempatan, Clichy Cari Perhatian Pellegrini


 Mumpung Ada Kesempatan, Clichy Cari Perhatian Pellegrini

Gael Clichy memahami posisinya di Manchestr City sedang ak mengenakkan. Bek 30 tahun itupun bertekad untuk menggenjot performa demi mendapatkan perhatian sang manajer, Manuel Pellegrini.

Clichy memang tak bisa langsung diandalkan City di awal kompetisi musim ini. Dia sempat dibekap cedera selama tiga bulan.

Sepanjang musim ini, Clichy baru tampil dalam dua pertandingan Premier League. Terakhir, dia diturunkan sebagai starter saat City menghadapi Everton dan berakhir imbang tanpa gol pada 13 Januari.

Peluang untuk bisa rutin diturunkan cukup terbuka dengan cederanya Aleksander Koralov. Clichy tak akan membuang kesempatan itu.

"Misiku sampai akhir musim ini adalah menjaga fisikku tetap bugar karena tanpa modal itu aku tak bisa berbuat apapun," kata Clichy seperti dikutip Soccerway.

"Aku sedang merasa amat sehat dan bagus di latihan. Aku tahu apa yang aku mampu dan aku siap menjalani tantangan-tantangan yang ada dihadapanku," ucap dia.

Apalagi, City saat ini sedang butuh barisan pertahanan yang kuat. Hingga pekan ke-22, City sudah kebobolan 22 gol. Sementara, mereka baru bisa mencetak 21 gol dan menempati urutan ketiga papan klasemen dengan nilai 43, terpaut satu poin dengan Arsenal yang mendiami puncak.

Konsistensi Napoli Buah dari Keberhasilan Strategi Alternatif


 Konsistensi Napoli Buah dari Keberhasilan Strategi Alternatif

Napoli sempat menuai kekhawatiran ketika ditinggalkan Rafael Benitez ke Real Madrid pada awal musim ini. Pasalnya, Benitez adalah pelatih yang membawa kesuksesan untuk Napoli dalam beberapa tahun terakhir.

Benitez berhasil mempersembahkan gelar juara Coppa Italia dan Super Italia. Selain itu, Benitez juga membawa Napoli ke semifinal Liga Eropa 2014/2015.

Sementara itu, penggantinya adalah pelatih yang dianggap belum terlalu berpengalaman, Maurizio Sarri. Pelatih yang sebelumnya menukangi Empoli ini belum pernah membesut kesebelasan besar dan tidak punya pengalaman di kompetisi Eropa. Bahkan, ia bukanlah mantan pesepakbola profesional. Atas catatannya itu, Sarri cuma disodori satu tahun kontrak dan opsi perpanjangan jika kinerjanya bagus.

Beberapa kalangan pun memandang rendah kepadanya, termasuk legenda hidup Napoli, Diego Maradona. Menurutnya, Sarri tidaklah lebih baik daripada Benitez. Ucapan Maradona itu tidak lepas karena tidak mampu memenangkan tiga laga pertama Serie-A 2015/2016. Saat itu Sarri masih mengotak-atik skema permainan Napoli. Maradona kurang sabar, padahal Empoli racikan Sarri berhasil membungkam Napoli asuhan Benitez dengan skor 4-2 pada musim lalu.

Akhirnya, Maradona menarik kembali sindirannya tentang Sarri. Buktinya, Pelatih asal kota Naples ini berhasil membawa Napoli semakin membaik. Dirinya tetap menjaga Napoli di papan atas klasemen Serie-A dan lolos dari fase grup Liga Eropa 2015/2016. Bahkan, mereka memastikan menjadi juara paruh musim Serie-A musim ini.

Sarri dikenal sebagai pria yang giat, layaknya kedua orang tuanya yang berlatar belakang kelas pekerja. Hal tersebut rupanya mengalir kepadanya sebagai pelatih sepakbola. Sarri rajin mempelajari taktik dan strategi calon lawannya. Bahkan ia bisa menghabiskan waktu sampai 13 jam untuk penelitiannya itu.

Dirinya juga rajin mengevaluasi latihan Marek Hamsik dkk. Metode latihan Napoli selalu direkam kamera drone untuk dianalisis. Sarri juga akrab dengan para pemainnya karena sering meluangkan waktu untuk berdiskusi. Gaya kepelatihan Sarri pernah dipuji Arrigo Sacchi, mantan Pelatih Milan. Eddie Howe, Manajer Bournemouth, pun sempat mengunjungi Empoli untuk belajar kepada Sarri saat musim lalu.

Sarri dianggap sebagai dalang utama melejitnya Napoli musim ini. Sepakbola racikannya kepada Marek Hamsik dkk dianggap paling indah di Liga Italia sekarang.


redwinbet.com
Perubahan Taktik yang Membuat Napoli Percaya Diri

Sarri masih menerapkan formasi 4-3-1-2 pada beberapa laga awal Napoli musim ini. Rupanya, formasi itu tidak cocok dengan kesebelasan berjuluk Partenopei ini. Mereka mengalami tiga laga beruntun tanpa kemenangan, bahkan dikalahkan Sassuolo pada partai perdana. Hal inilah yang menyebabkan Sarri mendapat kritik dari Maradona.

Formasi 4-3-1-2 andalannya tidak bisa berjalan dengan baik. Salah satunya Mirko Valdifiori gagal bersinergi dengan Allan Marques di lini tengah. Akhirnya, pelatih kelahiran 19 Januari 1959 itu mengubah formasinya menjadi 4-3-3. Formasi 4-3-3 sendiri merupakan formasi alternatif yang juga coba dimatangkan pada pramusim.

Sarri juga mulai mencoba memainkan Jorginho pada posisiyang biasanya diisi oleh Valdifiori. Dan ternyata Jorginho lebih menjadi tandem yang sesuai bagi Allan. Dua pemain kelahiran Brasil itu pun menjadi pemain penjaga keseimbangan di lini tengah. Jorginho mampu menjembatani antar lini dengan baik serta kuat ketika membantu Allan bertahan dan kreatif ketika membangun serangan. Berbeda dengan Valdifiori yang terlihat hanya konsen membangun serangan dengan peran deep-lying playmaker pada formasi 4-3-1-2.

Jorginho dan Allan memainkan pola sejajar ketika sedang menyerang. Hal itu karena Hamsik bergerak lebih maju, terkadang sejajar dengan Gonzalo Higuain di lini depan, atau bergerak melebar ke sisi kiri.

Ketika Hamsik mulai bergerak ke depan, Allan dan Jorginho memosisikan sejajar di lini tengah. Strategi ini memudahkan Napoli untuk mempertahankan penguasaan bola dan membangun serangan ke tahap kedua serangan mereka. Hasilnya, Napoli menang besar dalam dua partai beruntun, mengalahkan Club Brugge dan Lazio dengan skor sama-sama 5-0.

Tidak cuma soal gol, pertahanan Partenopei menjadi lebih kuat dari perubahan-perubahan tersebut. Duet bek tengah Kalidou Koulibaly dan Raul Albiol pun terbantu dengan keseimbangan yang diciptakan Jorginho dan Allan.

Ketika bertahan, Napoli turut memaksimalkan Hamsik untuk memberi bantuan. Sehingga bertahan memakai tiga gelandang dengan posisi sejajar. Kekosongan ketika tertarik menghadang lawan pun akan diisi oleh penyerang sayap.

Misalnya, Allan terpancing merebut bola dari lawan, maka posisi gelandang tengah sebelah kanan bakal diisi penyerang sayap kanan (Jose Callejon). Hal ini membuat kedua full-back tidak perlu repot menutupi kekosongan sepeninggal pemain tengah. Dua sisi pertahanan Napoli pun tetap aman karena disiplin posisi masing-masing full-back.


redwinbet.com
Kolektivitas dari Kerja Sama Lorenzo Insigne dan Marek Hamsik

Lorenzo Insigne adalah pemain asli Naples dan para pendukung Partenopei sangat mencintainya. Dan berkat Sarri, potensi terbaiknya keluar di mana akhirnya ia menjadi salah satu motor serangan Napoli.

Insigne diplot sebagai penyerang sayap kiri, namun tidak bertugas seperti winger pada umumnya. Pemain bernomor punggung 24 itu diberi kebebasan dalam perannya tersebut. Tugasnya tidak cuma melayani Higuain, namun diberi kebebasan untuk mencetak gol ketika mendapat kesempatan.
Insigne kerap merengsek ke tengah, baik itu ke area luar atau dalam kotak penalti lawan. Di sana, ia akan membagi bola atau melepaskan percobaan tembakan ke gawang lawan. Insigne tahu kapan harus mempertahankan kelebaran posisinya, supaya gelandang tengah bergerak ke areanya. Atau meninggalkan areanya ketika full-back kiri, Faozi Ghoulam, melakukan overlaping.

Pergerakannya itu sering membuat full-back lawan kebingungan; apakah harus mengikuti Insigne, atau mempertahankan posisinya untuk menutup ruang lari full-back Napoli. Kebanyakan, full-back lawan memilih opsi kedua. Namun hal itu justru membiarkan Insigne untuk melahirkan peluang, bahkan mencetak gol.


redwinbet.com
Sumber gambar : These Football Times

Tugasnya semakin sempurna atas kerja samanya dengan Hamsik. Mereka menampilkan kecerdasan taktis yang baik di sisi kiri Partenopei. Hamsik seolah menjadi pemantul bola bagi Insigne. Ketika mengalahkan SS Lazio dengan skor 5-0, sedikitnya terjadi 18 kombinasi antara dua pemain tersebut.

Diperkirakan jumlah gol Hamsik akan lebih sedikit dibandingkan musim-musim sebelumnya. Sejauh ini pun ia baru mencetak dua gol dari 17 kali penampilan. Tapi wajar karena Sarri mengubah perannya di Napoli. Terpenting, Hamsik masih menjadi salah satu bagian penting Napoli musim ini. Sarri mengembangkan peran Hamsik lebih jauh lagi untuk mendukung serangan Napoli.

Sebelumnya, Hamsik merupakan gelandang serang yang sering memberikan ancaman mencetak gol ke gawang lawan. Tapi saat ini, ia wajib mengeluarkan kemampuannya untuk menemukan ruang di sekitaran area kotak penalti lawan.

Hamsik mendorong kesebelasannya lebih jauh di kotak penalti lawan, menciptakan ruang bagi rekan-rekan satu kesebelasannya mengingat Partenopei bisa melibatkan sembilan pemain untuk menyerang lawan. Terkadang Hamsik bergerak sampai ke sepertiga akhir lawan. Di sana, ia bisa memancing bek musuh yang membuat Higuain mendapatkan ruang di dalam kotak penalti lawan.

Maka, tidak cuma Insigne, peran Hamsik baik dengan atau tanpa bola pun memiliki andil penting dalam terjadinya gol-gol yang dicetak Gonzalo Higuain. Kombinasi Hamsik dan Insigne tentu menjadi sorotan lawan. Sehingga Callejon yang beroperasi di sisi kanan, bisa diam-diam bergerak ke tengah memberi tekanan. Selain itu, Elseid Hysaj membantu kelebaran sisi kanan dan melepaskan umpan-umpan silang berbahaya.

Tentu kombinasi Hamsik dengan Insigne juga tidak lepas dari pemain lain. Hamsik tidak akan bergerak bebas tanpa jaminan Jorginho dan Allan. Ketika Hamsik mulai naik lebih ke depan, Jorginho dan Allan mampu menjaga penguasaan bola di lini tengah.

Mengandalkan Ketajaman Higuain

Napoli sudah mencetak 41 gol dala 20 pertandingan Serie A musim ini. Rupanya, sekitar 49 persen total gol Partenopei itu adalah sumbangan dari Higuain. Ya, penyerang asal Argentina ini telah mencetak 20 gol dari 20 penampilan di Serie A musim ini. Higuain pun berkesempatan menjadi pemain Argentina ke-11 yang menjadi top skor Serie-A, mengikuti jejak Diego Armando Maradona, Gabriel Omar Batistuta, Hernan Crespo, Mauro Icardi dan lainnya.

Mantan penyerang Real Madrid ini sulit dikawal lawan. Higuain masih bisa menceploskan gol ke jala gawang musuhnya walau mendapat kawalan. Ketika mendapatkan man marking dari lawan, ia bukanlah tipikal penyerang yang malas begerak. Higuain akan berpindah ke berbagai sektor untuk mencari ruang bagi dirinya sendiri atau rekan-rekanya. Dirinya tidak khawatir akan kekosongan posisinya di depan karena bisa ditutupi Insigne, Hamsik, atau bahkan Callejon.

redwinbet.com

Kendati berbadan besar, Higuain memiliki kecepatan yang sulit dikejar bek lawan. Penguasaan bolanya bisa dijaga dengan baik karena body balance yang kuat sehingga sulit dijatuhkan. Badannya yang besar itu juga membantunya ketika duel udara.

Memiliki Higuain yang produktif jelas menjadi keuntungan sendiri. Namun di sisi lain, justru hal ini yang bisa menjadi bumerang bagi Napoli. Mereka cuma mampu menang satu kali tanpa gol dari Higuain. Sarri perlu mengasah penyerang lain agar memiliki fleksibitas untuk mencetak gol. Napoli masih memiliki Manolo Gabbiadini, tapi ia masih belum kembali ke permainan terbaiknya setelah mengalami cedera.

Mengandalkan Insigne dan Higuain sepanjang musim rasanya terlalu beresiko. Jika salah satu atau keduanya tak bisa tampil, Napoli mungkin akan mengalami kebuntuan di lini depan. Sementara Sarri sejauh ini masih terus bergantung pada keduanya di mana Higuain selalu bermain di setiap laga (20 pertandingan) dan Insigne hanya absen satu kali (19 pertandingan). Pun begitu dengan Hamsik yang juga tak pernah absen di laga Serie A Napoli.

Yang paling ditakutkan adalah jika cedera menghampiri ketiganya. Sementara cedera bisa datang kapan saja. Apalagi bagi ketiga pemain andalan Napoli ini karena ketiganya terus dimainkan yang tentunya kemungkinan besar akan berpengaruh pada kebugaran ketiganya menjelang jika terlalu banyak menjalani pertandingan.