Thursday, January 14, 2016

Spalletti Optimistis Bawa Roma Bangkit Kembali


 Spalletti Optimistis Bawa Roma Bangkit Kembali

Luciano Spalletti tahu bahwa tugasnya tidak ringan untuk bisa membawa AS Roma bangkit di paruh kedua musim ini. Namun, pelatih berkepala plontos itu yakin bisa melajukan I Lupi lagi di jalur juara.

Roma sebenarnya masih jadi favorit juara musim ini, di samping Juventus dan Napoli. Kualitas skuat yang dimiliki klub ibukota itu adalah salah satu faktor mengapa Roma bisa jadi juara musim ini.

Apalagi Rudi Garcia sudah memasuki musim ketiganya menangani tim ini dan diyakini sudah menemukan komposisi tim terbaiknya. Namun, kenyataannya saat ini berbalik 180 derajat dengan harapan yang ada.

Roma belakangan kesulitan untuk menang dan banyak meraih hasil-hasil negatif termasuk disingkirkan tim divisi kedua di Coppa Italia. Alhasil Garcia pun dipecat bersama kedua stafnya lusa lalu. Saat ini Roma berada di posisi ke-5 klasemen dengan 34 poin, selisih lima angka dari Inter Milan dan Juventus di tiga besar.

Sebagai gantinya, ditunjuklah Spalletti, orang yang pernah melatih Roma pada periode 2005 hingga 2009. Harapan manajemen klub adalah Spalletti bisa membangkitkan Roma di sisa musim ini.

Meski tugasnya tidak akan mudah, Spalletti cukup optimistis bisa melaksanakannya dengan mulus. Yang dia perlu lakukan hanya mereparasi mental para pemain.

"Kami harus menjalani situasi yang kami lalui saat ini dan kami harus bisa mendapat rasa hormat dari para pendukung kami. Saya terlalu banyak mendengar omongan orang-orang saat ini," ujar Spalletti di Football Italia.

"Kami harus bisa menjalankan tugas ini dengan serius dan secara profesional, serta memastikan bahwa - melalui kerja keras kami - kami bisa menciptakan peluang untuk ke depannya. Meski itu tidak tergantung kami saja," sambungnya.

"Ketika Anda tertinggal beberapa poin, seperti kondisi kami saat ini, itu juga tergantung rival kami. Meski demikian, kami harus bisa tampil maksimal."

"Sulit untuk mengubah banyak dalam hal sepakbola secara sekejap. Saya pikir masalahnya lebih pada mental saat ini.

"Semoga saja dengan satu langkah tepat dan berbicara langsung kepada para pemain, kami bisa menemukan semangat serta karakter tim ini - itu yang paling penting dibanding statistik atau formasi apapun," tuntasnya.

No comments:

Post a Comment