Sunday, December 27, 2015

Bahasa Tubuh Van Gaal Sudah Seperti Orang yang Kalah

 Bahasa Tubuh Van Gaal Sudah Seperti Orang yang Kalah
 Bahasa Tubuh Van Gaal Sudah Seperti Orang yang Kalah


Louis van Gaal boleh mengatakan bahwa ia masih mendapatkan dukungan dari pemain dan juga petinggi Manchester United. Namun, bahasa tubuhnya dinilai sudah seperti orang yang kalah.

Van Gaal memang sedang disorot belakangan ini, menyusul sederet hasil buruk yang diperlihatkan 'Setan Merah'. Selain gagal lolos dari fase grup Liga Champions, United belakangan tidak pernah meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di liga atau tujuh pertandingan terakhir di semua ajang.

Kemenangan terakhir United didapatkan atas Watford, di mana kala itu mereka menang 2-1. Kemenangan tersebut didapatkan mereka pada 21 November 2015 atau lebih dari satu bulan silam.

Van Gaal jelas terpukul. Ketika timnya dikalahkan VfL Wolfsburg pada pertandingan terakhir fase grup, yang mana mematikan peluang United untuk lolos ke 16 besar, manajer asal Belanda itu tampak tertunduk lesu di bangku cadangan seraya menutupi wajahnya.

Ia juga tampak lesu dan tak bergairah usai United dikalahkan Norwich City 1-2 di Old Trafford. Kala itu, Van Gaal tertangkap kamera fotografer meninggalkan lapangan dalam keadaan menunduk.

Lalu, pada konferensi pers jelang laga melawan Stoke City, Van Gaal kesal dengan pertanyaan wartawan akan masa depan dirinya. Ia tak menyelesaikan sesi konferensi pers dan memilih untuk pergi meninggalkannya di tengah jalan.

United kemudian kalah 0-2 dari Stoke dan Van Gaal, usai pertandingan, menyatakan bahwa dirinya bisa mundur dari jabatannya. Namun, eks manajer Ajax Amsterdam, Barcelona, dan Bayern Munich itu tak mau mendiskusikannya dengan pers. Ia lebih suka menyatakannya kepada bosnya di level klub.

Eks kiper United, Mark Bosnich, menyebut bahasa tubuh Van Gaal tidak bisa berbohong. Kendati di luar ia berusaha tampak tegar, Bosnich berpendapat bahwa di dalam benaknya, Van Gaal tahu bahwa ia sudah terpuruk.

"Saya menyaksikan bahasa tubuhnya pada Sabtu lalu (ketika dikalahkan Stoke, red) dan dia tampak seperti orang yang kalah. Bahwa kemudian ia menyatakan, kalau dirinya bisa saja mundur, itu menjadi cerita lainnya," ujar Bosnich kepada TalkSport.

"Pekan lalu ketika menghadapi Norwich, segalanya adalah bencana. Performa mereka lebih baik pada Sabtu kemarin, tapi itu tidak cukup buat mereka."

"Dalam dunia sepakbola, segalanya bergantung pada manajer dan lebih mudah mendepak seorang manajer daripada mendepak 11 pemain," kata Bosnich.

No comments:

Post a Comment